Saturday, April 19, 2008

Tentang Ahmadiyah, PBNU: Patuhi Konstitusi!


Besar Nahdlatul Ulama mengingatkan pemerintah dan semua pihak untuk berpedoman kepada konstitusi dalam menyikapi usulan pembubaran Jemaat Ahmadiyah Indonesia atau JAI. Usulan pembubaran Ahmadiyah itu dilakukan oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat karena ajaran Ahmadiyah dianggap menyimpang dari ajaran pokok Islam.

Himbauan itu diungkapkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masdar F Mas'udi di Jakarta, Jumat (18/4). UUD 1945 harus dijadikan dasar dalam menentukan status JAI. Konstitusi mewajibkan negara untuk melindungi hak dan kebebasan setiap warga negara untuk menyakini dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya.

Rekomendasi Bakor Pakem itu, katanya, menunjukkan semakin menguatnya sektarianisme di kalangan umat Islam. Sikap tersebut seringkali disertai dengan kekerasan teologis dan politis, bahkan dengan kekerasan fisik.

PBNU juga mengingatkan seluruh warga NU untuk tetap berpegang teguh kepada prinsip tasamuh (toleran) dalam menyikapi kasus Ahmadiyah. "Penghargaan dan penghormatan terhadap keyakinan orang lain sebagaimana orang lain kita harapkan menghormati keyakinan kita merupakan khittah jam'iyah (dasar organisasi) NU yang harus dijaga," lanjut Masdar.

Masdar menambahkan, Al Quran telah mengatur bagaimana seharusnya bersikap terhadap kelompok agama yang dinilai menyimpang dari ajaran pokok. Dialog dengan cara yang elegan disertai ajakan untuk kembali ke ajaran pokok agama merupakan langkah untuk menyelesaikan kasus Ahmadiyah.

Jika warga Ahmadiyah tetap menolak ajakan tersebut, warga NU dan umat Islam Indonesia diminta untuk mengembalikan persoalan tersebut kepada Allah sebagai pemilik kebenaran. "Tidak seorang pun berhak mengklaim kebenaran penuh ada di tangannya dan memaksakannya kepada orang lain dengan segala cara," tegasnya.


MZW
Ada 10 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
dim2_se @ Sabtu, 19 April 2008 | 09:22 WIB
Hanya Alloh yang akan menghukum umat yang selalu merasa bahwa dirinya benar dan hanya kepada dirinyalah kita berlindung.Umat islam punya pegangan,kalau tidak sesuai al hadist dan al quran berarti agama mereka bukan Islam..kalau masih mengklaim dirinya islam,ya berarti mereka sesat!! gitu aja kok repot..Bersatulah Islamku,kita pasti kuat kalau tidak saling menyalahkan dan selalu merasa paling benar..
chicha @ Sabtu, 19 April 2008 | 09:01 WIB
Islam adalah Rahmat alam semesta, bukan bencana bagi golongan lain. salut dengan pernyataan PBNU, yang melihat persatuan diatas segalanya. educasi seperti ini yang diharapkan bagi kemajuan Indonesia! Negara ini ada bukan hanya utk satu golongan tapi utk semua,mengingat apa yg dilakukan Ahmadiyah masa perjuangan kemerdekaan, apa yg terjadi saat ini justru pengkhianatan terhadap konstitusi Republik Indonesia.
Arif @ Sabtu, 19 April 2008 | 08:54 WIB
Tujuan agama adalah salah satu cara mencapai keimanan kepada Alloh Sang Pencipta jagad raya dan seisinya, dengan cara kita memeluk agama yang diyakininya akan membentuk pribadi KUSU ( SABAR dan KASIH ), dengan pengetahuan seperti ini diharapkan kita bisa hidup damai dan mencapai Surga yang dijanjikan.
armanbagio @ Sabtu, 19 April 2008 | 08:47 WIB
semoga kita semua terbuka hatinya karena Allah Yang Maha Benar dan Allah yang Terpuji,mari umat islam jangan risaukan masalah Akhmadiyah,sebab kita belum tahu apa yang diinginkan ,,lebih baik kita benahi diri kita,masih banyak umat yang miskin dan bodoh,ini garapan kita Subhanallah,Maha Suci Allah
amri husni @ Sabtu, 19 April 2008 | 07:57 WIB
Ini baru ulama besar, berani berkata yg benar menurut hukum indonesia dan Allah. Harus dipahami yg paling benar itu hanya Allah SWT. bukan FPI.

1 comment:

Dieta said...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Dieta, I hope you enjoy. The address is http://dieta-brasil.blogspot.com. A hug.