Thursday, July 12, 2007



Kamis, 12 Juli 2007 0:17:00
Ali Alatas: Agama
Telah Dieksploitasi
oleh Banyak Konflik Dunia


Jakarta-RoL--Mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas dalam sebuah diskusi bertema "Lecture on Civilization" (Kuliah mengenai Peradaban) mengatakan agama telah dieksploitasi oleh banyak pihak dalam berbagai konflik dunia untuk menjustifikasi prasangka buruk, kekerasan serta bahkan pembunuhan.

"Tetapi sebenarnya masalahnya bukan pada keyakinan yang dianut itu sendiri, tetapi pada sekelompok orang penganut keyakinan itu yaitu para ekstrimis yang seringkali telah secara semena menginterpretasikan secara salah keyakinan mereka untuk mendukung tujuan mereka," kata Ali Alatas pada diskusi yang didakan oleh Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC) di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, akar dari permusuhan antarperadaban dunia seperti prasangka buruk antara Islam dan masyarakat "Barat" tidak pada agama atau kebudayaan.

"Permusuhan yang terjadi antar-peradaban itu utamanya terjadi karena dipicu oleh permasalahan ekonomi ataupun politik," ujar dia.

Ia mengatakan, sekarang ini ada sebuah periode dimana terjadi ketegangan ataupun konflik antara tiga agama monotheistik yaitu Islam, Krisitianitas ataupun Judaisme.

"Konflik-konflik itu disebabkan oleh impuls politik serta ekonomi dibandingkan oleh sebab motivasi keagamaan," katanya.

Padahal sebelumnya dan bisa dikatakan sampai sekarang, lanjut Ali, hubungan perdagangan yang saling menguntungkan ataupuan hubungan kebudayaan di antara tiga agama monotheistik itu telah menjadi warna utama bagi masing-masing keyakinan tersebut.

"Dalam hubungannya dengan masyarakat Muslim dan Barat, tidak dapat dihindarkan isu mengenai konflik Palestina-Israel yang hingga saat ini telah menimbulkan berbagai prasangka buruk di antara dua peradaban yang berbeda itu," ujar dia.

Selain itu, perang di Afghanistan dan krisis Irak juga telah menciptakan sebuah pandangan baru bagi ataupun tentang masyarakat Muslim.

"Oleh karena itu, sebuah solusi kongkrit dan komprehensif untuk konflik ini harus menjadi prioritas bagi bangsa-bangsa dunia," kata dia.

Menurut dia, perlu adanya dialog antar-peradaban yang berbeda di dunia.

"Bukan hanya dialog, tetapi juga perlu ada tindakan kongkrit. Sayang sekali saat ini Sekjen PBB yang baru masih belum bergerak cepat dalam merealisasikan rekomendasi yang telah diberikan oleh aliansi antar-peradaban yang telah dibentuk untuk menyelesaikan konflik antara peradaban itu," kata dia.

Publikasi yang gencar mengenai rekomendasi antarperadaban itu juga amat dibutuhkan, tambah Ali Alatas. antara/pur

No comments: